Workplace Communication Skills

Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000

Komunikasi di tempat kerja menentukan kualitas koordinasi, kolaborasi, pemberian umpan balik, dan penyelesaian masalah. Setiap profesional perlu menyampaikan informasi secara jelas dan menyesuaikan pesan dengan konteks pekerjaan.

Hambatan komunikasi dapat muncul karena perbedaan gaya komunikasi, asumsi, struktur organisasi, atau informasi yang tidak lengkap. Karena itu, profesional perlu memahami cara mengklarifikasi informasi, mendengarkan secara aktif, dan mengelola percakapan yang sulit. Program Workplace Communication Skills membantu peserta meningkatkan kemampuan komunikasi dalam berbagai situasi kerja. Peserta berlatih menyampaikan informasi, melakukan active listening, memberikan feedback, mengelola komunikasi lintas fungsi, dan menyelesaikan hambatan komunikasi. Pada akhir pelatihan, peserta menyusun Workplace Communication Toolkit yang dapat digunakan untuk mendukung komunikasi dan kolaborasi sehari-hari.

Workplace Communication Skills

Kode: CC-E08
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Professional
Tatap Muka: Rp6.250.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Komunikasi di tempat kerja menentukan kualitas koordinasi, kolaborasi, pemberian umpan balik, dan penyelesaian masalah. Setiap profesional perlu menyampaikan informasi secara jelas dan menyesuaikan pesan dengan konteks pekerjaan.

Hambatan komunikasi dapat muncul karena perbedaan gaya komunikasi, asumsi, struktur organisasi, atau informasi yang tidak lengkap. Karena itu, profesional perlu memahami cara mengklarifikasi informasi, mendengarkan secara aktif, dan mengelola percakapan yang sulit.

Program Workplace Communication Skills membantu peserta meningkatkan kemampuan komunikasi dalam berbagai situasi kerja. Peserta berlatih menyampaikan informasi, melakukan active listening, memberikan feedback, mengelola komunikasi lintas fungsi, dan menyelesaikan hambatan komunikasi.

Pada akhir pelatihan, peserta menyusun Workplace Communication Toolkit yang dapat digunakan untuk mendukung komunikasi dan kolaborasi sehari-hari.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program Workplace Communication Training ini sesuai bagi profesional yang membutuhkan kemampuan komunikasi efektif dalam interaksi dan kolaborasi sehari-hari.

  • Corporate Communication Officer
  • Internal Communication Officer
  • HR / People & Culture Officer
  • Team Leader / Supervisor
  • Project Coordinator
  • Corporate Affairs Officer
  • Administrative / Support Officer
  • Profesional yang bekerja dalam tim lintas fungsi

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

DAY 1 — Effective Workplace Interaction & Collaboration

Module 1 — Workplace Communication Assessment

Peserta memulai pelatihan dengan memahami pola komunikasi dalam pekerjaan. Selanjutnya, peserta mengidentifikasi hambatan dan menentukan area perbaikan.

  • Mengidentifikasi pola komunikasi dalam pekerjaan
  • Mengenali hambatan komunikasi di lingkungan kerja
  • Menganalisis penyebab miskomunikasi
  • Mengidentifikasi perbedaan kebutuhan informasi antar fungsi
  • Menentukan area perbaikan komunikasi

Praktik: Workplace Communication Case Analysis
Output: Workplace Communication Assessment

Module 2 — Clear & Structured Workplace Communication

Setelah memahami kondisi komunikasi, peserta berlatih menyampaikan informasi secara jelas dan terstruktur. Peserta juga menyesuaikan pesan dengan penerima dan situasi komunikasi.

  • Menyampaikan informasi secara jelas dan terstruktur
  • Menentukan informasi utama dalam komunikasi kerja
  • Menyesuaikan komunikasi dengan konteks dan penerima
  • Menyampaikan instruksi, permintaan, dan klarifikasi
  • Mengelola komunikasi melalui email, chat, meeting, dan komunikasi langsung

Praktik: Workplace Communication Exercise
Output: Workplace Communication Checklist

Module 3 — Active Listening & Clarification

Selanjutnya, peserta mengembangkan kemampuan active listening. Teknik ini membantu peserta memahami informasi, menemukan bagian yang belum jelas, dan membangun kesamaan pemahaman.

  • Menerapkan active listening dalam interaksi kerja
  • Mengidentifikasi informasi yang belum jelas
  • Mengajukan pertanyaan klarifikasi
  • Memastikan kesamaan pemahaman
  • Merangkum hasil pembicaraan dan kesepakatan
  • Menghindari asumsi dalam komunikasi

Praktik: Active Listening Role Play
Output: Active Listening & Clarification Toolkit

Module 4 — Communication for Workplace Collaboration

Peserta kemudian menerapkan teknik komunikasi dalam kolaborasi lintas fungsi. Peserta mengatur aliran informasi, koordinasi, dan handover agar pekerjaan berjalan lebih efektif.

  • Menyampaikan kebutuhan kepada fungsi lain
  • Mengatur komunikasi dalam pekerjaan lintas fungsi
  • Menentukan informasi yang perlu dibagikan
  • Mengelola handover dan koordinasi pekerjaan
  • Menyampaikan perkembangan pekerjaan
  • Mengatasi perbedaan persepsi dalam kolaborasi

Praktik: Cross-Functional Communication Simulation
Output: Workplace Collaboration Communication Map


DAY 2 — Feedback, Difficult Interaction & Communication Improvement

Module 5 — Workplace Feedback Skills

Pada hari kedua, peserta mempelajari cara memberikan dan menerima umpan balik secara profesional. Peserta juga membedakan fakta, interpretasi, dan asumsi dalam percakapan kerja.

  • Menyampaikan umpan balik secara spesifik
  • Membedakan fakta, interpretasi, dan asumsi
  • Memberikan umpan balik terhadap pekerjaan
  • Menerima dan merespons umpan balik
  • Mengelola respons defensif
  • Mengarahkan umpan balik menuju perbaikan kerja

Praktik: Feedback Role Play
Output: Workplace Feedback Framework

Module 6 — Difficult Workplace Communication

Selanjutnya, peserta berlatih menghadapi percakapan yang sulit. Peserta mempelajari cara menyampaikan ketidaksetujuan dan mengelola perbedaan pendapat secara profesional.

  • Menghadapi percakapan yang sulit
  • Mengelola perbedaan pendapat
  • Merespons komunikasi yang emosional
  • Menyampaikan ketidaksetujuan secara profesional
  • Mengelola konflik komunikasi pada tahap awal
  • Menentukan kapan komunikasi perlu dieskalasikan

Praktik: Difficult Conversation Simulation
Output: Difficult Communication Response Guide

Module 7 — Communication Barriers & Problem Solving

Setelah memahami komunikasi yang sulit, peserta menganalisis akar masalah komunikasi. Peserta kemudian menyusun alternatif penyelesaian dan mekanisme pencegahan.

  • Mengidentifikasi hambatan komunikasi
  • Menganalisis penyebab miskomunikasi
  • Menentukan titik kegagalan dalam alur informasi
  • Menyusun alternatif penyelesaian
  • Membangun mekanisme klarifikasi dan follow-up
  • Menentukan tindakan pencegahan agar masalah komunikasi tidak berulang

Praktik: Communication Barrier Problem-Solving Exercise
Output: Communication Barrier Resolution Matrix

Module 8 — Workplace Communication Toolkit

Pada tahap akhir, peserta mengintegrasikan teknik komunikasi yang telah dipelajari. Peserta kemudian memilih teknik yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan pekerjaan.

  • Mengintegrasikan teknik komunikasi kerja
  • Menentukan teknik sesuai situasi komunikasi
  • Menyusun panduan komunikasi untuk interaksi rutin
  • Menentukan communication do and don’t
  • Menyusun feedback, clarification, dan difficult conversation tools
  • Menetapkan mekanisme evaluasi dan perbaikan komunikasi

Praktik: Workplace Communication Toolkit Workshop
Output: Workplace Communication Toolkit

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menyampaikan informasi kerja secara jelas dan terstruktur
  • Menyesuaikan komunikasi dengan konteks dan penerima
  • Menerapkan active listening dan teknik klarifikasi
  • Mengelola komunikasi lintas fungsi
  • Menyampaikan dan menerima umpan balik secara profesional
  • Menghadapi percakapan sulit di tempat kerja
  • Mengidentifikasi dan menyelesaikan hambatan komunikasi
  • Menentukan tindakan perbaikan terhadap masalah komunikasi
  • Menggunakan Workplace Communication Toolkit dalam pekerjaan

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada communication assessment, komunikasi yang jelas, active listening, klarifikasi, dan kolaborasi lintas fungsi. Selanjutnya, hari kedua membahas feedback, percakapan sulit, penyelesaian hambatan komunikasi, dan penyusunan Workplace Communication Toolkit.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, role play, simulasi komunikasi, feedback exercise, dan cross-functional communication simulation.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti communication exercise, active listening role play, simulasi feedback, difficult conversation, dan penyusunan Workplace Communication Toolkit.

In-House Training

Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Kami dapat menyesuaikan materi dengan karakteristik pekerjaan dan struktur organisasi.

Penyesuaian juga dapat mencakup pola koordinasi, budaya kerja, kebutuhan komunikasi lintas fungsi, serta kompetensi yang ingin dikembangkan.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Role Play
  • Communication Simulation
  • Active Listening Exercise
  • Feedback Simulation
  • Problem-Solving Exercise
  • Individual Exercise
  • Group Exercise
  • Peer Review

Program menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Peserta mengikuti evaluasi berbasis kasus, latihan, dan simulasi. Setiap kegiatan membantu peserta mengembangkan keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Evaluasi mencakup:

  • Workplace Communication Case Analysis
  • Communication Exercise
  • Active Listening Role Play
  • Cross-Functional Communication Simulation
  • Feedback Role Play
  • Difficult Conversation Simulation
  • Communication Barrier Problem-Solving
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat digunakan kembali dalam organisasi:

  • Workplace Communication Assessment
  • Workplace Communication Checklist
  • Active Listening & Clarification Toolkit
  • Workplace Collaboration Communication Map
  • Workplace Feedback Framework
  • Difficult Communication Response Guide
  • Communication Barrier Resolution Matrix
  • Workplace Communication Toolkit

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai Workplace Communication Skills Training? Tim Urways Indonesia siap membantu memberikan informasi mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, kami dapat menyesuaikan materi dengan industri, struktur organisasi, karakteristik pekerjaan, pola koordinasi, budaya kerja, dan kompetensi komunikasi yang ingin dikembangkan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

1–2 September, 29–30 September, 27–28 Oktober, 1–2 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Workplace Communication Skills”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Workplace Communication SkillsWorkplace Communication Skills
Rentang harga: Rp4,000,000 hingga Rp6,250,000Pilih opsi