, ,

Crisis Communication Planning

Rentang harga: Rp4,000,000.00 hingga Rp6,500,000.00

Situasi krisis menuntut perusahaan mengambil keputusan komunikasi dalam waktu terbatas dengan mempertimbangkan kebutuhan stakeholder, akurasi informasi, kanal, timing, dan koordinasi internal. Tanpa rencana yang jelas, proses persetujuan dapat melambat dan respons perusahaan berpotensi tidak konsisten. Program ini membantu peserta menyusun Crisis Communication Plan yang mencakup prioritas stakeholder, arsitektur pesan, kanal, response protocol, alur persetujuan, serta mekanisme evaluasi.

Guaranteed Safe Checkout

Crisis Communication Planning

Kode: CC-C05
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.500.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta

A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?

Situasi krisis menuntut perusahaan mengambil keputusan komunikasi dengan cepat. Tim komunikasi harus mempertimbangkan kebutuhan stakeholder, akurasi informasi, kanal, timing, dan koordinasi internal.

Tanpa rencana yang jelas, tim dapat menghadapi proses persetujuan yang lambat. Selain itu, perbedaan respons antarunit dapat mengganggu konsistensi komunikasi perusahaan.

Karena itu, peserta perlu menguasai Crisis Communication Planning secara terstruktur. Program ini membantu peserta menyusun Crisis Communication Plan yang praktis dan mudah dikembangkan.

Peserta akan memetakan stakeholder dan kebutuhan informasi. Selanjutnya, peserta menyusun arsitektur pesan, memilih kanal, menentukan timing, dan menetapkan response protocol. Peserta juga mengembangkan alur persetujuan serta mekanisme evaluasi rencana komunikasi.

B. Siapa yang Harus Mengikuti?

Program Crisis Communication Training ini sesuai bagi profesional yang menangani persiapan dan koordinasi komunikasi krisis.

  • Corporate Communication Manager
  • Corporate Affairs Manager
  • Corporate Secretary
  • Crisis Communication Manager
  • Public Relations Manager
  • Corporate Communication Specialist
  • Risk & Crisis Management Professional
  • Manager atau anggota crisis team yang menangani komunikasi krisis

C. Apa yang Akan Anda Pelajari?

Day 1 — Crisis Communication Assessment & Planning

Module 1 — Crisis Communication Context & Scenario Assessment

Peserta memulai pelatihan dengan menganalisis konteks dan skenario krisis. Analisis ini membantu tim menentukan kebutuhan komunikasi pada setiap tahap situasi.

  • Mengidentifikasi situasi yang membutuhkan respons komunikasi
  • Memetakan potensi dampak terhadap perusahaan dan stakeholder
  • Menentukan kebutuhan informasi pada setiap tahap situasi
  • Mengidentifikasi prioritas komunikasi berdasarkan skenario krisis

Praktik: Crisis Scenario Assessment Workshop
Output: Crisis Communication Scenario Matrix

Module 2 — Stakeholder Prioritization & Information Needs

Selanjutnya, peserta memetakan stakeholder yang terdampak atau memiliki pengaruh terhadap situasi. Peserta kemudian menentukan prioritas komunikasi berdasarkan impact dan information needs.

  • Mengidentifikasi stakeholder yang terdampak atau berpengaruh
  • Menentukan prioritas berdasarkan impact dan information needs
  • Memetakan kebutuhan informasi setiap kelompok
  • Menentukan urutan komunikasi kepada stakeholder prioritas

Praktik: Crisis Stakeholder Mapping Workshop
Output: Crisis Stakeholder Priority Matrix

Module 3 — Crisis Message Architecture

Setelah memetakan stakeholder, peserta menyusun Crisis Message Framework. Framework ini membantu tim menjaga konsistensi pesan dalam situasi yang terus berkembang.

  • Menentukan tujuan setiap pesan krisis
  • Menyusun key message berdasarkan situasi
  • Mengatur fakta, holding statement, update, dan informasi tindak lanjut
  • Menjaga konsistensi pesan antarjuru bicara dan kanal

Praktik: Crisis Message Development Exercise
Output: Crisis Message Framework

Module 4 — Crisis Communication Plan Development

Berikutnya, peserta mengintegrasikan skenario, stakeholder, pesan, kanal, dan timing. Peserta kemudian menyusun struktur Crisis Communication Plan.

  • Menghubungkan skenario, stakeholder, pesan, kanal, dan timing
  • Menentukan communication sequence
  • Menetapkan response protocol
  • Menyusun struktur rencana komunikasi krisis

Praktik: Crisis Communication Planning Workshop
Output: Draft Crisis Communication Plan

Day 2 — Response Protocol, Coordination & Simulation

Module 5 — Channel & Timing Strategy

Pada sesi ini, peserta menentukan kanal dan timing berdasarkan karakteristik situasi. Peserta juga mengatur distribusi informasi agar setiap kanal mendukung pesan yang sama.

  • Menentukan kanal berdasarkan situasi dan kebutuhan stakeholder
  • Menetapkan prioritas kanal untuk informasi awal dan pembaruan
  • Mengatur timing dan frekuensi komunikasi
  • Menentukan mekanisme distribusi informasi yang terkoordinasi

Praktik: Channel & Timing Simulation
Output: Crisis Channel & Timing Matrix

Module 6 — Response Protocol & Approval Workflow

Selanjutnya, peserta menyusun Crisis Response Protocol. Protocol ini menetapkan roles, PIC, kewenangan, approval, dan eskalasi.

  • Menentukan tahapan respons komunikasi
  • Menetapkan roles, PIC, dan kewenangan
  • Menyusun jalur approval dan eskalasi
  • Mengatur proses verifikasi informasi sebelum publikasi

Praktik: Crisis Response Workflow Simulation
Output: Crisis Response Protocol

Module 7 — Crisis Communication Simulation

Peserta kemudian menghadapi simulasi krisis dengan informasi yang terus berubah. Peserta harus mengambil keputusan komunikasi dalam waktu terbatas.

  • Menghadapi perubahan informasi dalam skenario krisis
  • Mengambil keputusan komunikasi dalam kondisi terbatas
  • Menyesuaikan pesan berdasarkan perkembangan situasi
  • Mengelola koordinasi antara tim komunikasi, manajemen, dan fungsi terkait

Praktik: Live Crisis Communication Simulation
Output: Crisis Response Decision Log

Module 8 — Plan Review & Crisis Communication Readiness

Tahap akhir membantu peserta mengevaluasi kesiapan rencana komunikasi. Peserta kemudian menentukan gap dan prioritas perbaikan.

  • Mengevaluasi rencana komunikasi
  • Mengidentifikasi communication gaps
  • Menentukan perbaikan pada stakeholder, message, channel, dan workflow
  • Menyusun mekanisme plan review dan pembaruan berkala

Praktik: Crisis Plan Review Workshop
Output: Crisis Communication Readiness Checklist

D. Outcome Pelatihan

Setelah mengikuti program, peserta mampu:

  • Menganalisis skenario dan kebutuhan komunikasi saat krisis
  • Menentukan prioritas stakeholder dan kebutuhan informasi
  • Menyusun arsitektur pesan untuk berbagai tahap respons
  • Menentukan kanal dan timing komunikasi
  • Menyusun response protocol dan jalur approval
  • Mengelola koordinasi komunikasi dalam situasi dinamis
  • Mengambil keputusan melalui simulasi krisis
  • Mengembangkan Crisis Communication Plan sesuai kebutuhan organisasi

E. Durasi Pelatihan

2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran

Hari pertama berfokus pada crisis assessment dan communication planning. Peserta menganalisis skenario, stakeholder, kebutuhan informasi, pesan, serta struktur rencana komunikasi.

Selanjutnya, hari kedua berfokus pada channel strategy dan response protocol. Peserta juga mengikuti simulasi krisis, melakukan evaluasi, dan menyusun readiness checklist.

F. Format Pelatihan

Tatap Muka

Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, scenario workshop, message development, simulasi krisis, dan presentasi hasil kerja.

Online Training

Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta mengikuti scenario assessment, message exercise, simulasi respons, dan plan review.

In-House Training

Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Tim kami dapat menyesuaikan materi dan skenario dengan kebutuhan perusahaan.

Penyesuaian dapat mencakup industri, profil risiko, struktur crisis team, karakteristik stakeholder, serta kebutuhan komunikasi.

G. Metode Pelatihan dan Evaluasi

Metode Pelatihan

  • Interactive Discussion
  • Case Study
  • Scenario Workshop
  • Message Development Exercise
  • Simulation
  • Group Exercise
  • Peer Review
  • Presentation

Pembelajaran menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.

Evaluasi

Evaluasi menggabungkan analisis kasus dan praktik langsung. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk menguji keputusan komunikasi melalui simulasi.

Evaluasi mencakup:

  • Crisis Scenario Assessment
  • Stakeholder Mapping Exercise
  • Message Development
  • Response Workflow Simulation
  • Live Crisis Communication Simulation
  • Presentasi hasil kerja
  • Peer Review
  • Penilaian practical output

H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

  • Crisis Communication Scenario Matrix
  • Crisis Stakeholder Priority Matrix
  • Crisis Message Framework
  • Crisis Communication Plan
  • Crisis Response Protocol
  • Crisis Communication Readiness Checklist
  • Crisis Response Decision Log
  • Crisis Channel & Timing Matrix

I. Fasilitas Pelatihan

Tatap Muka

  • Meeting Room
  • 2x Coffee Break
  • 1x Lunch
  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training Kits
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Online Training

  • Modul Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvenir
  • Dokumentasi
  • Laporan kegiatan kepada HR

Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan

Memerlukan informasi mengenai Crisis Communication Planning? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda.

Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, tim kami dapat menyesuaikan materi dan skenario dengan kebutuhan organisasi.

Penyesuaian dapat mencakup industri, profil risiko, struktur crisis team, karakteristik stakeholder, dan kebutuhan komunikasi perusahaan.

WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com

LOKASI

JAKARTA, TANGERANG, ONLINE

TANGGAL

8–9 September, 6–7 Oktober, 3–4 November, 8–9 Desember

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Crisis Communication Planning”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *