Crisis Communication Planning
Kode: CC-C05
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Advanced
Tatap Muka: Rp6.500.000/peserta
Online Training: Rp4.000.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Situasi krisis menuntut perusahaan mengambil keputusan komunikasi dengan cepat. Tim komunikasi harus mempertimbangkan kebutuhan stakeholder, akurasi informasi, kanal, timing, dan koordinasi internal.
Tanpa rencana yang jelas, tim dapat menghadapi proses persetujuan yang lambat. Selain itu, perbedaan respons antarunit dapat mengganggu konsistensi komunikasi perusahaan.
Karena itu, peserta perlu menguasai Crisis Communication Planning secara terstruktur. Program ini membantu peserta menyusun Crisis Communication Plan yang praktis dan mudah dikembangkan.
Peserta akan memetakan stakeholder dan kebutuhan informasi. Selanjutnya, peserta menyusun arsitektur pesan, memilih kanal, menentukan timing, dan menetapkan response protocol. Peserta juga mengembangkan alur persetujuan serta mekanisme evaluasi rencana komunikasi.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program Crisis Communication Training ini sesuai bagi profesional yang menangani persiapan dan koordinasi komunikasi krisis.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Corporate Secretary
- Crisis Communication Manager
- Public Relations Manager
- Corporate Communication Specialist
- Risk & Crisis Management Professional
- Manager atau anggota crisis team yang menangani komunikasi krisis
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Crisis Communication Assessment & Planning
Module 1 — Crisis Communication Context & Scenario Assessment
Peserta memulai pelatihan dengan menganalisis konteks dan skenario krisis. Analisis ini membantu tim menentukan kebutuhan komunikasi pada setiap tahap situasi.
- Mengidentifikasi situasi yang membutuhkan respons komunikasi
- Memetakan potensi dampak terhadap perusahaan dan stakeholder
- Menentukan kebutuhan informasi pada setiap tahap situasi
- Mengidentifikasi prioritas komunikasi berdasarkan skenario krisis
Praktik: Crisis Scenario Assessment Workshop
Output: Crisis Communication Scenario Matrix
Module 2 — Stakeholder Prioritization & Information Needs
Selanjutnya, peserta memetakan stakeholder yang terdampak atau memiliki pengaruh terhadap situasi. Peserta kemudian menentukan prioritas komunikasi berdasarkan impact dan information needs.
- Mengidentifikasi stakeholder yang terdampak atau berpengaruh
- Menentukan prioritas berdasarkan impact dan information needs
- Memetakan kebutuhan informasi setiap kelompok
- Menentukan urutan komunikasi kepada stakeholder prioritas
Praktik: Crisis Stakeholder Mapping Workshop
Output: Crisis Stakeholder Priority Matrix
Module 3 — Crisis Message Architecture
Setelah memetakan stakeholder, peserta menyusun Crisis Message Framework. Framework ini membantu tim menjaga konsistensi pesan dalam situasi yang terus berkembang.
- Menentukan tujuan setiap pesan krisis
- Menyusun key message berdasarkan situasi
- Mengatur fakta, holding statement, update, dan informasi tindak lanjut
- Menjaga konsistensi pesan antarjuru bicara dan kanal
Praktik: Crisis Message Development Exercise
Output: Crisis Message Framework
Module 4 — Crisis Communication Plan Development
Berikutnya, peserta mengintegrasikan skenario, stakeholder, pesan, kanal, dan timing. Peserta kemudian menyusun struktur Crisis Communication Plan.
- Menghubungkan skenario, stakeholder, pesan, kanal, dan timing
- Menentukan communication sequence
- Menetapkan response protocol
- Menyusun struktur rencana komunikasi krisis
Praktik: Crisis Communication Planning Workshop
Output: Draft Crisis Communication Plan
Day 2 — Response Protocol, Coordination & Simulation
Module 5 — Channel & Timing Strategy
Pada sesi ini, peserta menentukan kanal dan timing berdasarkan karakteristik situasi. Peserta juga mengatur distribusi informasi agar setiap kanal mendukung pesan yang sama.
- Menentukan kanal berdasarkan situasi dan kebutuhan stakeholder
- Menetapkan prioritas kanal untuk informasi awal dan pembaruan
- Mengatur timing dan frekuensi komunikasi
- Menentukan mekanisme distribusi informasi yang terkoordinasi
Praktik: Channel & Timing Simulation
Output: Crisis Channel & Timing Matrix
Module 6 — Response Protocol & Approval Workflow
Selanjutnya, peserta menyusun Crisis Response Protocol. Protocol ini menetapkan roles, PIC, kewenangan, approval, dan eskalasi.
- Menentukan tahapan respons komunikasi
- Menetapkan roles, PIC, dan kewenangan
- Menyusun jalur approval dan eskalasi
- Mengatur proses verifikasi informasi sebelum publikasi
Praktik: Crisis Response Workflow Simulation
Output: Crisis Response Protocol
Module 7 — Crisis Communication Simulation
Peserta kemudian menghadapi simulasi krisis dengan informasi yang terus berubah. Peserta harus mengambil keputusan komunikasi dalam waktu terbatas.
- Menghadapi perubahan informasi dalam skenario krisis
- Mengambil keputusan komunikasi dalam kondisi terbatas
- Menyesuaikan pesan berdasarkan perkembangan situasi
- Mengelola koordinasi antara tim komunikasi, manajemen, dan fungsi terkait
Praktik: Live Crisis Communication Simulation
Output: Crisis Response Decision Log
Module 8 — Plan Review & Crisis Communication Readiness
Tahap akhir membantu peserta mengevaluasi kesiapan rencana komunikasi. Peserta kemudian menentukan gap dan prioritas perbaikan.
- Mengevaluasi rencana komunikasi
- Mengidentifikasi communication gaps
- Menentukan perbaikan pada stakeholder, message, channel, dan workflow
- Menyusun mekanisme plan review dan pembaruan berkala
Praktik: Crisis Plan Review Workshop
Output: Crisis Communication Readiness Checklist
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menganalisis skenario dan kebutuhan komunikasi saat krisis
- Menentukan prioritas stakeholder dan kebutuhan informasi
- Menyusun arsitektur pesan untuk berbagai tahap respons
- Menentukan kanal dan timing komunikasi
- Menyusun response protocol dan jalur approval
- Mengelola koordinasi komunikasi dalam situasi dinamis
- Mengambil keputusan melalui simulasi krisis
- Mengembangkan Crisis Communication Plan sesuai kebutuhan organisasi
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada crisis assessment dan communication planning. Peserta menganalisis skenario, stakeholder, kebutuhan informasi, pesan, serta struktur rencana komunikasi.
Selanjutnya, hari kedua berfokus pada channel strategy dan response protocol. Peserta juga mengikuti simulasi krisis, melakukan evaluasi, dan menyusun readiness checklist.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Pelatihan tersedia di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, scenario workshop, message development, simulasi krisis, dan presentasi hasil kerja.
Online Training
Pelatihan berlangsung secara live melalui platform konferensi daring. Peserta mengikuti scenario assessment, message exercise, simulasi respons, dan plan review.
In-House Training
Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia. Tim kami dapat menyesuaikan materi dan skenario dengan kebutuhan perusahaan.
Penyesuaian dapat mencakup industri, profil risiko, struktur crisis team, karakteristik stakeholder, serta kebutuhan komunikasi.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
- Interactive Discussion
- Case Study
- Scenario Workshop
- Message Development Exercise
- Simulation
- Group Exercise
- Peer Review
- Presentation
Pembelajaran menggunakan pendekatan learning by doing. Porsi praktik mencapai sekitar 60–70% dari keseluruhan pembelajaran.
Evaluasi
Evaluasi menggabungkan analisis kasus dan praktik langsung. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk menguji keputusan komunikasi melalui simulasi.
Evaluasi mencakup:
- Crisis Scenario Assessment
- Stakeholder Mapping Exercise
- Message Development
- Response Workflow Simulation
- Live Crisis Communication Simulation
- Presentasi hasil kerja
- Peer Review
- Penilaian practical output
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta memperoleh perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
- Crisis Communication Scenario Matrix
- Crisis Stakeholder Priority Matrix
- Crisis Message Framework
- Crisis Communication Plan
- Crisis Response Protocol
- Crisis Communication Readiness Checklist
- Crisis Response Decision Log
- Crisis Channel & Timing Matrix
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai Crisis Communication Planning? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda.
Anda dapat menghubungi kami untuk informasi Public Training, In-House Training, maupun Corporate Training. Selain itu, tim kami dapat menyesuaikan materi dan skenario dengan kebutuhan organisasi.
Penyesuaian dapat mencakup industri, profil risiko, struktur crisis team, karakteristik stakeholder, dan kebutuhan komunikasi perusahaan.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.