Crisis Preparedness dan Simulation
Kode: CC-C04
Durasi: 2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Lokasi: Jakarta / Tangerang / Online Training
Level: Mastery
Tatap Muka: Rp6.750.000/peserta
Online Training: Rp4.250.000/peserta
A. Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
Kesiapan krisis membutuhkan peran dan alur koordinasi yang jelas. Organisasi juga perlu menyiapkan skenario, mekanisme keputusan, dan prosedur respons.
Namun, dokumen kesiapan belum cukup untuk menguji kemampuan tim. Tim perlu menjalankan latihan sebelum menghadapi situasi krisis yang sebenarnya.
Karena itu, program Crisis Preparedness dan Simulation membantu peserta membangun crisis readiness secara terstruktur. Peserta akan mengembangkan skenario dan menyiapkan crisis drill.
Selanjutnya, peserta menjalankan crisis simulation untuk menguji koordinasi dan pengambilan keputusan. Peserta juga mengevaluasi hasil latihan melalui Crisis Simulation Kit.
Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat menemukan response gaps sebelum krisis terjadi. Hasil simulasi juga membantu tim menentukan prioritas perbaikan.
B. Siapa yang Harus Mengikuti?
Program Crisis Preparedness dan Simulation sesuai bagi profesional yang memiliki peran dalam kesiapan dan respons krisis organisasi.
- Corporate Communication Manager
- Corporate Affairs Manager
- Corporate Secretary
- Crisis Management Team
- Public Relations Manager
- Risk Management Manager
- Emergency Response / Business Continuity Manager
- Manager atau profesional yang bertanggung jawab atas kesiapan dan respons krisis
C. Apa yang Akan Anda Pelajari?
Day 1 — Crisis Readiness, Scenario & Response Preparation
Module 1 — Crisis Readiness Assessment
Peserta memulai program dengan menilai kesiapan organisasi. Analisis ini membantu peserta menemukan area yang membutuhkan penguatan.
- Menilai kesiapan organisasi menghadapi situasi krisis
- Mengidentifikasi readiness gaps pada struktur, peran, proses, dan sumber daya
- Menentukan fungsi yang perlu terlibat dalam respons
- Menetapkan area prioritas untuk memperkuat kesiapan
Praktik: Crisis Readiness Assessment Workshop
Output: Crisis Readiness Assessment Matrix
Module 2 — Crisis Scenario Development
Setelah melakukan readiness assessment, peserta mengembangkan skenario krisis. Peserta menggunakan profil risiko organisasi sebagai dasar penyusunan skenario.
- Mengidentifikasi skenario krisis berdasarkan profil organisasi
- Menentukan trigger, perkembangan situasi, dan dampak potensial
- Menyusun scenario injects untuk kebutuhan simulasi
- Menentukan keputusan yang harus diambil pada setiap tahap
Praktik: Crisis Scenario Design Workshop
Output: Crisis Scenario Matrix
Module 3 — Crisis Roles & Response Coordination
Selanjutnya, peserta memetakan peran dan tanggung jawab tim krisis. Pemetaan ini membantu tim memperjelas decision rights dan jalur eskalasi.
- Menentukan peran dan tanggung jawab dalam tim krisis
- Menetapkan decision rights dan jalur eskalasi
- Mengatur koordinasi antara fungsi komunikasi dan fungsi terkait
- Menentukan alur informasi selama situasi krisis
Praktik: Crisis Coordination Mapping
Output: Crisis Response RACI & Coordination Map
Module 4 — Crisis Response Protocol
Berikutnya, peserta menyusun protokol respons krisis. Protokol tersebut mengatur tahapan respons berdasarkan perkembangan situasi.
- Menentukan tahapan respons berdasarkan perkembangan krisis
- Menyusun response workflow
- Menetapkan decision points dan approval mechanism
- Mengatur dokumentasi keputusan dan informasi
Praktik: Crisis Response Planning Workshop
Output: Crisis Response Protocol
Day 2 — Crisis Drill, Simulation & Evaluation
Module 5 — Crisis Drill Preparation
Pada hari kedua, peserta menyiapkan crisis drill. Peserta menentukan peran, skenario, aturan simulasi, dan indikator evaluasi.
- Menyiapkan peserta, peran, skenario, dan simulation rules
- Menentukan inject timeline
- Menetapkan indikator evaluasi
- Menyiapkan mekanisme pencatatan keputusan dan respons
Praktik: Crisis Drill Preparation Exercise
Output: Crisis Drill Plan
Module 6 — Crisis Simulation
Selanjutnya, peserta menjalankan Crisis Simulation secara bertahap. Simulasi menghadirkan perubahan situasi melalui scenario injects.
- Menjalankan skenario krisis secara bertahap
- Mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia
- Mengelola koordinasi lintas fungsi
- Menangani perubahan situasi melalui scenario injects
- Mendokumentasikan keputusan dan tindakan
Praktik: Full Crisis Simulation
Output: Crisis Simulation Log & Decision Record
Module 7 — Simulation Evaluation & Response Gap Analysis
Setelah simulasi selesai, peserta mengevaluasi proses respons. Evaluasi mencakup kecepatan keputusan, koordinasi, alur informasi, dan response gaps.
- Mengevaluasi kecepatan dan kualitas pengambilan keputusan
- Menilai efektivitas koordinasi dan alur informasi
- Mengidentifikasi response gaps dan bottleneck
- Membandingkan hasil simulasi dengan standar kesiapan
Praktik: After Action Review
Output: Crisis Simulation Evaluation Matrix
Module 8 — Crisis Preparedness Improvement Plan
Tahap terakhir berfokus pada perbaikan kesiapan krisis. Peserta menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan improvement plan.
- Menentukan lessons learned dari simulasi
- Menetapkan prioritas perbaikan
- Menentukan tindakan korektif dan PIC
- Menyusun agenda pengujian ulang kesiapan
Praktik: Improvement Planning Workshop
Output: Crisis Preparedness Improvement Plan
D. Outcome Pelatihan
Setelah mengikuti program, peserta mampu:
- Menilai kesiapan organisasi menghadapi krisis
- Mengidentifikasi readiness gaps
- Mengembangkan skenario dan scenario injects
- Menentukan peran, decision rights, dan jalur eskalasi
- Menyusun crisis response protocol
- Menjalankan crisis drill dan simulasi lintas fungsi
- Mengevaluasi efektivitas respons berdasarkan hasil simulasi
- Menyusun rencana perbaikan kesiapan krisis
E. Durasi Pelatihan
2 Hari | 12–14 Jam Pembelajaran
Hari pertama berfokus pada readiness assessment dan pengembangan skenario. Peserta juga memetakan peran, koordinasi, dan protokol respons.
Sementara itu, hari kedua berfokus pada crisis drill dan simulation. Peserta kemudian melakukan evaluasi, after action review, dan improvement planning.
F. Format Pelatihan
Tatap Muka
Urways Indonesia menyelenggarakan pelatihan di Jakarta dan Tangerang. Peserta mengikuti case study, crisis drill, simulasi, role play, dan after action review.
Selain itu, peserta mempresentasikan hasil evaluasi untuk mendapatkan feedback dari trainer dan peserta lainnya.
Online Training
Urways Indonesia menyelenggarakan pelatihan secara live melalui platform konferensi daring. Peserta tetap mengikuti pengembangan skenario dan scenario inject.
Selanjutnya, peserta mengikuti decision exercise dan crisis simulation. Trainer kemudian memandu evaluasi respons dan after action review.
In-House Training
Untuk in-house training atau kota lainnya, silakan hubungi tim Urways Indonesia.
Tim dapat menyesuaikan simulasi dengan profil risiko organisasi. Penyesuaian juga dapat mencakup karakteristik industri dan struktur crisis management team.
Selain itu, tim dapat mengembangkan skenario berdasarkan tantangan operasional yang ingin diuji.
G. Metode Pelatihan dan Evaluasi
Metode Pelatihan
Program menggunakan pendekatan learning by doing. Karena itu, peserta memperoleh porsi praktik sekitar 70%.
Metode pembelajaran meliputi:
- Interactive Discussion
- Case Study
- Crisis Drill
- Simulation
- Role Play
- Scenario Exercise
- After Action Review
- Group Exercise
Evaluasi
Trainer mengevaluasi peserta melalui beberapa aktivitas praktik. Setiap aktivitas menghasilkan output yang dapat digunakan untuk pengembangan kesiapan organisasi.
Evaluasi meliputi:
- Crisis Readiness Assessment
- Scenario Development Exercise
- Crisis Coordination Mapping
- Crisis Simulation
- Decision Record Review
- After Action Review
- Presentasi hasil evaluasi
- Penilaian practical output
H. Apa yang Akan Anda Dapatkan?
Peserta menghasilkan perangkat kerja yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
- Crisis Readiness Assessment Matrix
- Crisis Scenario Matrix
- Crisis Response RACI & Coordination Map
- Crisis Response Protocol
- Crisis Drill Plan
- Crisis Simulation Log & Decision Record
- Crisis Simulation Evaluation Matrix
- Crisis Preparedness Improvement Plan
I. Fasilitas Pelatihan
Tatap Muka
- Meeting Room
- 2x Coffee Break
- 1x Lunch
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Training Kits
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Online Training
- Modul Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Souvenir
- Dokumentasi
- Laporan kegiatan kepada HR
Hubungi Kami Jika Anda Memerlukan Bantuan
Memerlukan informasi mengenai Crisis Preparedness dan Simulation? Tim Urways Indonesia siap membantu Anda.
Anda dapat menghubungi tim untuk mendapatkan informasi mengenai Public Training, In-House Training, dan Corporate Training.
Selain itu, tim dapat menyesuaikan skenario simulasi dengan kebutuhan organisasi. Penyesuaian dapat mencakup industri, profil risiko, struktur crisis management team, dan karakteristik operasional.
Tim juga dapat membantu menyesuaikan simulasi dengan tantangan yang ingin diuji.
WhatsApp: 0819-1534-6688
Email: urwaysindonesia@gmail.com










Ulasan
Belum ada ulasan.